bismillah.
astagfirullah,
dari tadi ingin nangis, ga ding dari kemaren. kemaren gue bener-bener nangis. sampai mata gue bengkak banget. baru bisa agak hilang tadi siang, ketara banget nangisnya bener-bener nangis. hari ini ada ICT alias Inspirator Consolidation Training. suer gue males banget ikut. jujur aza gue masih trauma dengan masalah kemaren.
well. gue ga jelas banget ya ceritanya? yups! runtutin dari awal….
kemaren!!! di kampus ada bedah tema OSPEK! mengundang tiga pembicara yang notabene adalah orang-orang yang menelurkan grand tema pendidikan karakter. ceritanya sepele, gue dimarahin ma salah seorang petinggi BEM karena pembicaranya semua dari universitas, kenapa malah bukan dari fakultas sendiri? paham sih maksud pembicaraannya. kenapa semua orang yang menjadi pembicara mengusung KAMMI sebagai salah satu amanah yang diembannya. well moderatorpun mengatakan tentang dakwah bahkan istilah qiyadah wal jundiah dibawa-bawa.
beberapa orang yang tidak sepakat dengan dakwah itu sendiri mulai panik dan menyerang koordinator acara. but sang koordinator acara pergi dan menyerahkan ke saya. aduh!!! saya bener-bener berhadapan langsung dengan orang yang menentang dakwah. inikah onak dan duri sebuah jalan dakwah? saya hanya bisa mengatakan iya! itu akan menjadi bahan evaluasi kami dengan muka tersenyum tapi hati berteriak.
setelah itu, saya keluar dari ruangan dengan alasan mau ngurus beasiswa. emang kok saya ga bohong ketika alasan saya ngurus beasiswa tapi tetap saja, saya keluar dan menyendiri dan menangis. di mushola bersama seorang perempuan yang setelah itu juga meninggalkanku.
saat itu aku hanya merasa, aku sendiri! aku merasa selama ini orang-orang disampingku selalu sibuk meninggalkanku. sibuk memprioritaskan urusan yang lain. astagfirullah tidak seharusnya aku berkata demikian masih ada Allah. tapi sungguh rasanya diri ini sedang futur (turun iman red) semua yang ada di depan mata seolah tak pernah terpikir ulang.
kemaren juga seharusnya waktu ‘ngapel’ sama temen-temen. tapi gara-gara kehilangan kepercayaanku terhadap temen-temen, aku jadi merasa males untuk ‘ngapel’. ku habiskan sore itu dengan tangisan yang benar-benar membuat mataku bengkak. well it`s me! gampang rapuh.
hari ini tadi aku cuma muter-muter cari pembimbing beasiswaku dan kajur. ternyata ada beberapa trouble yang membuat aku harus mengganti lembaran laporanku kemaren. yups! hari ini pula terakhir bayar SPP tapi mau gimana lagi? toh emang bener-bener ga ada uang? aku juga harus ambil nomor ujian di STAN. hmmmm STANnya udah beres, tapi SPPnya? aku belum bayar. udahlah ikhlasin aza telat. dan ketika sedang menumpahkan keluh kesah di BEM yang ada hanya aku mendapatkan pandangan-pandangan sinis. suer aku jengah dengan semua pandangan itu. aku benci! aku muak! tapi disinilah medan dakwahku! kuatkan hamba Rabb?
mendapat penguatan dari banyak orang, namun belum terasa tersemangati untuk kembali melangkah. hanya berharap semangat itu datang dari Allah. karena tak satupun orang yang memberi semangat membuatku merasa tersemangati. yang ada aku hanya merasa mereka memarahi. afwan katsir pada temen-temen tapi sungguh, kekuatan yang bener-bener kekal bukan karena tausiyah dari njenengan semua tapi datangnnya dari Allah. mohon doanya agar Allah memberi hidayah dan kekuatan dalam menapaki jalan beronak dan berduri ini.
astagfirullah hal adzim
kami sadari jalan ini
kan penuh onak dan duri
aral menghadang dan kedzaliman
yang akan kami hadapi
kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
darah ini, jasad ini sepenuh ridha Ilahi