bismillah
Hmmmm dari tadi ba`da magrib sebenarnnya pingin nulis, tapi masih dipakai ayah untuk ngerjain laporan atau apalah. Jadi baru bisa nulis sekarang. Banyak hal yang terjadi hari ini. tapi ada satu yang ingin gue tuliskan disini. This is about mom.
Barusan ada acara di TV, ceritanya sang Ibu menuduh putrinya hamil sama pacarnya yang tidak direstui ma ibunya. Teman dan pacaranya menolak dengan keras bahkan sang putrinyapun membantah ibunya dengan keras.
Hmmm melihat kejadian itu gue jadi merefleksikan semuanya ke kehidupan gue. di usia 18 ini gue merasakan hidup dengan orang tu sudah 17 th (setahunnya harus pisah karena kuliah). Gue termasuk anak yang bandel, nakal dkk. Seneng banget ngedumel kalau bunda lagi nasehatin, ga jarang bunda sebel dan nyubit atau mukul gue then gue tambah bebal. Pernah bunda sampai bilang bajingan ke gue sangking bebalnya gue!(pada masa jahiliyah dulu tentunya) dan setelah itu bunda gue katain monster! Gila nggak sih gue?
Dan sekarang ketika gue dah berpisah jauh dengan bunda, apa selanjutnya gue merasa bebas? NOP!! Nggak sama sekali. Gue malah bela-belain bertengkar ma mas`ul gue cuma gara-gara pingin deket ma bunda. Pingin rasanya menebus 17th secara fisik deket dengan bunda tapi jiwa jauh. Pingin membuat beliau tersenyum, suer seneng banget lihat bunda ma papa tersenyum. Duh air matanya kok keluar sih!!! LEBAY mode:ON.
Pasti semua bertanya kenapa? Yups! Ketika berpisah jelas banget terlihat dampak dulu suka diatur-atur manfaat dan kekurangannya sih. Sering banget dulu dimarahin bunda gara-gara gue temenan ma orang ga jelas (ya iyalah! Pemakai narkoba gue ajak temenan! Gila banget ga sih gue?). Sering dimarahin karena males dkk. Dan dampaknya mulai terasa sekarang. Entahlah bingung menceritakan apa tapi yang jelas setelah berpisah jauh dengan bunda dan papa, gue jadi merasa lebih deket dengan mereka. Gue jadi merasa gue sayang banget ma mereka dan mereka juga sayang banget ma gue! Thank Allah telah memisahkan kami oleh jarak kota dan mendekatkan kami dengan jarak kasih sayang karena-Mu.
Kembali ke acara TV yang tadi! Mungkin mbak itu belum sadar seberapa sayang bundanya pada mbaknya. Mbaknya masih terpaku pada cinta semu yang tersembunyi nafsu. Sampai mbaknya berani membentak bundanya di muka umum, di hadapan kamera. Astagfirullah. Ga tau harus ngomong apa ketika melihatnya. Ingin rasanya menyadarkan mbak itu sebelum terlambat dan benar-benar menyesal tapi gue dimana? Mbaknya dimana? Ga nyambung khan? Hanya ingin ngomong aza sih: “Mbak yang cantik, yang ingin bahagia di dunia dan akherat! Mbak sesungguhnya kalau Mbak tau doa yang paling mujarab adalah doa orang tua terutama bunda. Mbak tau, tidak akan datang suatu azab Allah sebelum masanya kecuali akan di segerakan yaitu melukai hati orang tua (Wallahu`alam bener ndak kata-katanya gue cuma denger dari ustad). Mbak, jangan sampai mbak sepeti saya menyia-nyiakan waktu deket dengan orang tua selama 17th, dan sekarang mati-matian menebusnya.” Cuma itu sih yang pingin gue omongin ke mbak itu. Allah tiada yang tidak mungkin bagi-Mu, semoga kata-kataku ini sampai pada mbak itu.
Semoga Allah mengampuni dosa kita karena menyakiti hati bunda kita. Semoga Allah memberi kesabaran kepada Bunda dan Ayah kita untuk mendidik kita. Semoga Allah memberikan rasa syukur pada hamba karena Ayah Bunda hamba masih hidup dan Kau beri karunia iman dan kesehatan. Semoga Allah memberiakan syukur pada mereka yang ayah dan bundanya telah lebih dahulu menghadap-Mu karena telah Kau ringankan pertanggungjawaban di dunia. Wallahu`alam bi shawab.
alhamdulillah.